Selamat datang di Samarinda Online

Di sini aku berbagi kisah hidupku yang unik dan menarik selama lebih dari 50 tahun, sejak aku lahir hingga tamat SMA di Samarinda, dan pengalaman hidupku tinggal dan bekerja di rantau orang (Balikpapan, Tarakan, Pulau Bunyu, Murung Pudak, Surabaya, Cirebon, Denpasar dan sekarang di BSD City). Semoga bermanfaat. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini.


08 Maret 2015

Satu Tahun Hilangnya MH 370


Tiba-tiba aku merasa seperti berada di dalam pesawat yang sedang mengalami kecelakaan. Pesawat oleng dan kemudian terasa pesawat mulai menukik ke bawah. "Sekarang waktunya (aku mati!)" Itu suara terakhir dalam pikiranku, sebelum aku merasa diriku terhempas ke lantai pesawat... dan kosong. Kemudian aku merasa ada suatu kekuatan besar yang menyedot aku ke bawah, ke dasar yang dalam. Aku lenyap... mati.

Bangun dari tidur siang aku kaget karena sudah pukul 15:45! Biasanya pukul satu siang aku naik ke lantai tiga untuk istirahat dan tidur siang. Sekitar pukul 15.00 aku turun lagi ke depot, dan seperti biasa langsung bikin kopi.

Bangun dengan kondisi kaget memang tidak enak. Peredaran darah serasa kacau, dan butuh beberapa saat agar peredaran darah kembali normal. Sedikit kopi mungkin membantu.

Ngopi di bawah layar televisi ditemani kue pastel nikmat sekali. Teve menyiarkan berita yang terjadi akhir-akhir ini, sampai pada berita bahwa hari ini tepat satu tahun hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH 370. Dug!

Mimpi yang tadinya sudah terlupakan, terangkat kembali. Bayangan dari kejadian di dalam pesawat yang mengalami kecelakaan begitu ngeri, tapi kita tidak bisa berpikir panjang lagi, selain menjerit dan berteriak. Kejadian begitu cepat berlangsung, dan selesai. Apakah ini merupakan gambaran kematianku nanti? Hanya Tuhan yang tahu.

Aku menyampaikan rasa berduka cita pada keluarga korban kecelakaan pesawat manapun, terutama pada keluarga korban Malaysia Airlines MH 370 yang sampai sekarang belum ada kejelasan. Semoga ikhlas dan tetap tabah.

Lihat Selengkapnya...

28 Desember 2013

Candi Prambanan


Pagi-pagi sekali aku sudah bangun, langsung mandi, dan tanpa sarapan di hotel aku langsung ke halte Trans Jogja yang tidak jauh dari hotel tempatku menginap. Dengan adanya Trans Jogja, wisatawan dapat mencapai Candi Prambanan dengan sangat mudah dan murah, cukup dengan Rp 3.000 sekali jalan! Untuk ke Candi Prambanan kita dapat naik Trans Jogja jalur 1A, yakni Terminal Prambanan - Stasiun Tugu - Malioboro - Kantor Pos Besar - Gembira Loka - Janti - Bandara Adi Sucipto - Terminal Prambanan. Untuk jalur-jalur lain kita bisa mencarinya dengan menggunakan aplikasi Android gratis Trans Jogja yang tersedia di Play Store.

Hari ini, 10 Oktober 2013, aku ke Candi Prambanan untuk kedua kali. Yang pertama pada tahun 1998. Jujur, aku lebih menyukai dan mengagumi Candi Prambanan daripada Candi Borobudur. Situs Candi Prambanan hadir bagai sebuah kota. Ketika kita berjalan di area Candi Prambanan, kita seperti berjalan diantara gedung-gedung pencakar langit di Jakarta. Luar biasa!

Kali ini aku dapat melihat hebatnya kerusakan Candi Prambanan akibat gempa bumi tujuh tahun lalu, yakni pada Sabtu, 27 Mei 2006 pukul 05.55 pagi dengan kekuatan 5.9 skala richter. Tak dapat kubayangan butuh berapa puluh tahun untuk membenahi kerusakan di situs ini. Dan, sebagai peringatan akan dahsyatnya gempa di Jogja yang meluluhlantakkan candi-candi di kompleks Candi Prambanan tersebut, dibuatlah sebuah monumen dari ratna kemuncak (mahkota) dari Candi Apit Utara yang jatuh akibat gempa.

Dari kejauhan Candi Prambanan juga terlihat indah sekali. Beberapa foto yang kumuat disini akan bercerita tentang keindahan dan kejayaan masa lalu Candi Prambanan.






Lihat Selengkapnya...

26 November 2013

Sony Bangkrut Cuma Mimpi


Pagi ini ketika membaca harian Non'stop, 26 November 2013 hal. 9, aku terkejut membaca satu artikel berjudul "Smartphone Xperia Z1 Belum Dapat Sertifikasi. Pihak Sony Mobile Terkejut Produknya Diuji Kekominfo". Terkejut, bukan karena aku punya Smartphone yg dimaksud, tapi aku jadi ingat mimpiku semalam!

Aku seakan ada di masa depan, membaca berita tentang kebangkrutan Sony. Ada ketidakpercayaan ketika aku membaca berita itu. Perusahaan yang kemarin begitu berjaya bangkrut! Bahkan aku melihat logonya! Dalam mimpi aku bahkan ingat produk handalnya Sony, yakni smartphone seri Xperia...

Aku tidak tahu apakah ini sebuah bunga tidur saja, atau sebuah mimpi yang akan menjadi kenyataan. Kadang mimpi membuat aku takut, apalagi dibarengi dengan kebetulan seperti itu, yang membuat aku teringat kembali mimpiku semalam. Mungkin ini penglihatan di masa depan tentang suatu kejadian besar. Mungkin juga tidak. Hanya Tuhan yang tahu.

Lihat Selengkapnya...

28 Oktober 2013

Mewujudkan Mimpi ke Taman Sari Yogyakarta


Aku berada di Yogyakarta dari 8 Oktober 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013. Dengan menaiki pesawat Citilink sore dari Jakarta aku tiba di Yogyakarta sekitar pukul 17.20. Ini pengalamanku yang pertama mengunjungi Yogyakarta dengan pesawat. Jadi ini adalah pengalamanku yang pertama juga menginjak Bandara Adi Sucipto. Tujuanku yang utama adalah bertemu dengan Bapak Djunaedi Koswara, pemilik produk Bekatul Previt Fresh di Solo, yang kuageni. Tetapi aku sudah bertekad bahwa kunjunganku ke Jogja kali ini untuk mewujudkan mimpiku ke Taman Sari Yogyakarta.

Pada hari ketiga, yaitu 10 Oktober aku ke Taman Sari, setelah lebih dulu mengunjungi Candi Prambanan pagi-pagi sekali. Bagai memasuki mimpi ketika aku melangkah ke dalam lorong atau trowongan yang ada di bawah Keraton Yogyakarta, tepatnya di bawah Taman Sari Keraton Yogyakarta. Bagaimana tidak, sesungguhnya aku sudah mengunjungi tempat ini sebelum aku tahu tempat ini benar-benar ada! Perasaan merinding pun menyergapku ketika aku berada di dalam lorong, takjub! Seperti Déjà vu!

Aku baru tahu lorong di bawah Taman Sari ini benar-benar ada dari sebuah majalah fotografi, yaitu majalah Travel Fotografi volume 02, yang kubeli Mei 2012. Foto-foto yang terpampang di halaman-halaman majalah tersebut menunjukkan padaku bahwa tempat itu sungguh ada dan nyata. Lihat tulisanku 18 Juli 2012 dengan judul "Ternyata Tempat Itu Taman Sari Yogyakarta".

Aku masih bingung. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa mimpi ke tempat ini sebelum aku sendiri pernah kesini, bahkan sebelum aku tahu tempat ini benar-benar ada. Satu-satunya penjelasan yang bisa kuterima adalah ini merupakan pengalaman roh pada masa lalu sebelum aku dilahirkan. Kisah tentang mimpiku ini bisa kamu baca di "Mimpi, Bintang dan Bencana" 13 Oktober 2008. Hei, lihat tanggal tulisan ini, hampir tepat lima tahun! Bulannya sama dengan bulan kunjunganku ke Taman Sari! Bahkan hanya beda tiga hari! Aku tidak merencanakan hal ini! Aku baru sadar ketika menulis artikel ini. Oh, Tuhan!

Aku dapat membayangkan tempat ini pasti begitu indah dulunya. Tempat ini sebagai tempat peristirahatan, pemandian dan sekaligus perlindungan bagi raja beserta keluarganya dari serangan Belanda.





Lihat Selengkapnya...

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.